Jumat, 01 Juli 2016

PUISI



Negeriku
Karya Mustofa Bisri


Mana ada negeri sesubur negeriku?
Sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu, dan jagung
Tapi juga pabrik, tempat rekreasi, dan gedung perabot-perabot orang kaya didunia

Dan burung-burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku
Ikan-ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku
Emas dan perak perhiasan mereka digali dari tambangku
Air bersih yang mereka minum bersumber dari keringatku

Mana ada negeri sekaya negeriku?
Majikan-majikan bangsaku
Memiliki buruh-buruh mancanegara
Brankas-brankas ternama di mana-mana menyimpan harta-hartaku
Negeriku   menumbuhkan konglomerat
dan mengikis habis kum melarat
Rata-rata pemimpin negeriku
Dan handai taulanya
Terkaya didunia

Mana ada negeri semakmur negeriku
Penganggur-penganggur diberi perumahan
Gaji dan pensiun setiap bulan
Rakyat-rkyat kecil menyumbang
Negara tanpa imbalan
Rampok-rampok diberi rekomendasi

Dengan kop sakti instansi
Maling-maling diberi konsesi
Tikus dan kucing
Dengan asyik berkolusi

    ##
 
Do’a orang lapar

Karya WS. Rendra

Kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam
Jutaan burung-burung gagak
Bagai awan yang hitam

Allah!
Burung gagak menakutkan
Dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan
Kelaparan adalah pemberontakan
Adalah penggerak gaib
Dari pisau-pisau pembunuhan
Yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

Kelaparan adalah batu-batu karang
Di bawah wajah laut yang tidur
Adalah mata air penipuan
Adalah pengkhianatan kehormatan

Seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
Melihat bagaimana tanganya sendiri
Meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan
Kelaparan adalah iblis
Kelaparan adalah iblis yang menawarakan kediktatoran

Allah! Kelaparan adalah tangan-tangan hitam
Yang memasukkan segenggan tawas



Ke dalam perut para miskin

Allah!
Kami berlutut
Mata kami adalah mata-Mu
Ini juga mulut-Mu
Ini juga hati-Mu
Dan ini juga perut-Mu
Perut-Mu lapar, ya Allah
Perut-Mu menggenggam tawas
Dan pecahan-pecahan gelas kaca

Allah!
Betapa indahnya sepiring nasi panas
Semangkuk sop dan segelas kopi hitam

Alah!
Kelaparan adalah burung gagak
Jutaan burung gagak
Bagai awan yang hitam
Menghalang pandanganku
Ke sorga-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar